Berita

Pustakawan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat menjadi Pemakalah Temu Teknis Non Peneliti Balitbangtan

  2018-09-26

Temu Teknis Jabatan Fungsional Non Peneliti lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian diselenggarakan tanggal 4–6 Juli 2018 bertempat di UNY Hotel Yogyakarta  dengan tema Peningkatan Displin Kerja Pejabat Fungsional Non Peneliti Balitbangtan dalam Mendukung  Pencapaian Sasaran Strategis Kementerian Pertanian”.
1.    Temu Teknis Jabatan Fungsional Non Peneliti diselenggarakan dalam rangka pembinaan, pengembangan karir dan peningkatan kapasitas Pejabat Fungsional non-peneliti sesuai bidangnya. Dalam temu teknis ini, para pejabat fungsional non-peneliti menyampaikan hasil karya tulis, ide-ide dan kreativitas dalam pekerjaannya serta saling tukar menukar pengetahuan yang dimiliki dan berbagi pengalaman dalam melaksanakan tugas pekerjaaan yang disampaikan dalam bentuk oral dan poster.
2.    Temu Teknis, diikuti oleh 154 peserta yang terdiri dari :   69 penyuluh pertanian, 61 teknisi litkayasa, 11 Pustakawan, 3 Arsiparis, 3 pranata humas, 1 Pranata komputer, dan 6 analis kepegawaian. Pemakalah utama berasal dari: 1) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yakni, Pusat Pembinaan dan Pelatihan-BPPT tentang VISI, MISI DAN PLATFORM PERUBAHAN. 2) Universitas Gajah Mada. Tentang Penyuluh Pertanian Era kekinian.  Penyuluhan pertanian kekinian menuntut penggunaan transfer teknologi yang membantu petani meningkatkan kemampuannya mengakses berbagai teknologi baru, membantu petani menyelesaikan masalah yang dihadapi, dan mendukung petani lebih aktif terlibat dalam pengembangan dan informasi pertanian.
3.    Selain itu dipresentasikan makalah penunjang sebanyak 91 terdiri dari 56 pemakalah oral dan 35 poster. Makalah penunjang sebanyak 91 tersebut dipresentasikan dalam 4 kelompok presentasi dan poster ditampilkan dalam bentuk tayangan pada ruang pleno. Pada kesempatan ini peserta difasilitasi untuk Field Trip ke CV Karya Hidup Sentosa (KHS) untuk melihat proses produksi alat mekanisasi pertanian modern dan ke Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran untuk melihat produk pengolahan hasil-hasil pertanian sebagai keberhasilan Balitbangtan.
4.    Jabatan fungsional non peneliti termasuk komponen utama SDM Balitbangtan  yang berperan penting mendukung pelaksanaan penelitian, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian, dituntut memiliki persyaratan keterampilan, profesional, bertanggungjawab, adil, dan jujur dalam pelaksanaan tugasnya.
5.    Untuk efisiensi dan efektifitas SDM di suatu institusi, maka pengangkatan jabatan dilakukan berdasarkan kebutuhan jabatan. Pengangkatan dalam jabatan fungsional tertentu dapat dilakukan melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diatur melalui Peraturan Presiden/Pemerintah (Nomor 11 Tahun 2017). Pengangkatan PPPK hanya dilakukan untuk jabatan yang sulit dan langka.
6.    Pemberhentian Jabatan Fungsional (Pasal 94) dapat dilakukan bila mengundurkan diri dari Jabatan; diberhentikan sementara sebagai PNS; menjalani cuti di luar tanggungan negara; menjalani tugas belajar lebih dari 6 bulan;  ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Fungsional; atau tidak memenuhi persyaratan Jabatan. Namun demikian Jabatan Fungsional dapat diangkat kembali dalam Jabatan fungsional terakhir apabila tersedia lowongan jabatan.
7.    Jabatan ASN[A2]  terdiri atas Jabatan Administrasi, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi. Pengangkatan Jabatan Fungsional dapat dilakukan melalui pengangkatan pertama, perpindahan dari jabatan, penyesuaian (impassing), dan promosi. Pejabat Fungsional dilarang rangkap jabatan dengan Jabatan Administrasi maupun Jabatan Pimpinan Tinggi.
8.    Pengembangan karier pegawai dalam ASN berdasarkan Kualifikasi, Kompetensi, Penilaian kinerja, dan Kebutuhan Instansi, serta mempertimbangkan  integritas dan moralitas yang bersangkutan.
9.    Instansi berkewajiban  memberikan/menyediakan  pendidikan  dan  pelatihan (Diklat)  20 jam/Tahun  untuk pengembangan karier ASN, dengan ketentuan pegawai dalam Jabatan Fungsional tersebut aktif mengerjakan pekerjaannya  dan melaporkan hal-hal terbaru yang ditemukan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan  dalam mendorong pegawai tersebut mengikuti Diklat
10. Kriteria penetapan jabatan fungsional didasarkan pada: 1) Fungsi dan tugasnya berkaitan dengan pelaksanaan fungsi dan tugas Instansi Pemerintah; 2) Mensyaratkan keahlian atau keterampilan tertentu yang dibuktikan dengan sertifikasi dan/atau penilaian tertentu; 3) Dapat disusun dalam suatu jenjang Jabatan berdasarkan tingkat kesulitan dan kompetensi;  4) Pelaksanaan tugas yang bersifat mandiri dalam menjalankan tugas profesinya; dan 5) Kegiatannya dapat diukur dengan satuan nilai atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan dalam bentuk angka kredit.
11. Sebagai ASN mengisi posisi jabatan dan alokasi kebutuhan organisasi, bukan didasarkan atas  keinginan pribadi. Prosesi impassing  jabatan fungsonal harus mengikuti formasi yang tersedia, dan apabila PNS tidak bersedia, maka dengan sendirinya jabatan usulan baru tidak bisa terpenuhi.
12. Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat organisasi dengan memperhatikan target capaian, hasil dan manfaat yang dicapai serta perilaku PNS; dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel, dan transparan; dan didasarkan pada perencanaan kinerja, target yang harus dicapai, dan manfaat yang dihasilkan, yang apabila tidak tercapai akan dikenakan sangsi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
13. Penilaian SKP dan DUPAK harus selaras dan faktual sesuai yang dikerjakan dan masuk akal (realistis), sehingga tidak ada kesulitan/masalah dalam penilaiannya.
14. Kelompok jabatan fungsional sesuai bidangnya perlu membentuk perkumpulan/asosiasi yang operasional berfungsi sebagai wadah penyampaian aspirasi dalam peningkatan profesionalisme dan sebagai wadah untuk komunikasi dan koordinasi dengan lembaga pembinanya.
15. Dari 56 pemakalah oral terpilih 4 nominasi pemakalah terbaik, dua orang berasal dari lingkup Puslitbangbun dan salah satunya dari Balittro masuk nominasi a/n Rudiana Bakti
16. Dari 35 pemakalah poster terpilih 4 nominasi poster terbaik, salah satunya berasal dari Balittro a/n Rushendi.


 


www.000webhost.com