Berita

Pustakawan Balittro Mengikuti Temu Teknis TOT Literasi Informasi

  2018-09-18

Temu Tenis TOT Literasi Informasi diselenggarakan pada tanggal 28-29 Agustus 2018 di PUSTAKa jl. Ir. H. Juanda no 20 Kota Bogor.
Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Ir. Gayatri K. Rana, M.Sc membuka kegiatan Temu Teknis Literasi Informasi Bagi Pengelola Perpustakaan Lingkup Kementan. Kegiatan temu teknis ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi pustakawan/pengelola perpustakaan. Diharapkan Temu Teknis ini bisa bermanfaat dalam mencari cikal bakal pustakawan yang akan meneruskan kiprah pustakawan (Training of Trainer). Temu Teknis dihadiri ada 30 orang dari 25 Instansi lingkup Kementerian Pertanian Tujuan Temu Teknis Literasi Informasi adalah untuk Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian dalam mendapatkan informasi secara efektif dan efisien serta mengevaluasi secara kritis informasi yang diperoleh dari sumber-sumber informasi dan mengkomunikasikannya secara efektif kepada pemustaka khususnya peneliti.
Adapun narasumber dalam acara ini 1.) Dr. Muchlas Suseno, M.Pd dari Universitas Negeri Jakarta, tema “Power of Words, Seni Memotivasi Diri dan Orang Lain”, 2) Ir. Juznia Andriani, M.Hum dari PUSTAKA “Literasi Informasi”, 3) Ir. Heryati Suryantini,M.Si.; Penny Ismiati,M.Sc “Internet Research dan Evaluasi Website”, 4) Ir. Eka Kusmayadi,M.Hum “Pengenalan Sumber Informasi”, 5) Vivit Wardah Rufaidah, S.Si.,MP “Strategi Penelusuran Informasi dan Boolean Operator.
Hasil/Keluaran tindak lanjut Temu Teknis Literasi Informasi : Perpustakaan mewadahi semua aktivitas literasi informasi yang terkait dengan 5 fungsi perpustakaan yaitu rekreasi, penelitian, informasi, pendidikan dan pengabdian masyarakat. Perpustakaan tidak hanya memberikan layanan informasi, tetapi juga mendidik pengguna agar menjadi orang literate informasi. Pustakawan/pengelola perpustakaan harus lebih aktif dan kreatif dalam memberikan layanan informasi kepada pengguna. Pustakawan sebaiknya mengetahui karakteristik pengunjung dan kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Peran pustakawan pertanian dalam kegiatan literasi informasi antara lain : 1). Mendidik pemustaka (peneliti/penyuluh/petani/mahasiswa dan stake holder lain menjadi seorang literate informasi., 2) Mendidik pemustaka menjadi bagian dari masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society), 3) Sebelum mendidik para pengguna perpustakaan tentang literature, pustakawannya harus literate terlebih dahulu. Kemampuan literasi informasi seorang pustakawan sebaiknya : 1. Mengetahui informasi yang dibutuhkan; 2. Mengidentifikasi sumbet informasi; 3. Mengembangkan strategi pencarian/penelusuran; 4. Mengakses sumber informasi; 5. Mengevaluasi informasi dan sumber informasi; 6. Mengorganisasili informasi; 7. Memproses Informasi; 8. Menggunakan dan menyajikan Informasi Seorang pustakawan sebaiknya melek teknologi, karena pustakawan merupakan tempat untuk bertanya dan memberikan layanan informasi ke pengguna. Adapun peran pustakawan “Power of Words = Power of Succes” yang terdiri dari lima power dahsyat yaitu : 1. Words 2. Imagery, 3. Faith, 4. Failure, 5. Love. Keluaran yang diharapkan Meningkatnya kemampuan pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian : 1. Dalam menganalisa masalah, mengindentifikasi kebutuhan informasi, menetapkan kata kunci, dan menentukan sarana penelusuran; 2. Kemampuan menelusur informasi dengan berbagai sarana temu kembali informasi (manual/elektronik); 3. Kemampuan menyeleksi dan mengevaluasi informasi dari sumber terbaik; 4. Bertambahnya jumlah tenaga literasi lingkup Kementan.


www.000webhost.com